laporan Richard Burton di Jakarta
 
hkinews.com berita Paten
 

NTB Patenkan Kangkung Lombok, Madu Sumbawa dan Susu Kuda Liar

Rabu, 09/10/2013 [05:51:28]
 
Ket.Gambar : Beberapa produk yang dipatenkan pemerintah NTB.

HKINEWS, Mataram
Kangkung Lombok, Madu Sumbawa dan Susu Kuda Liar adalah tiga produk alam Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah dilindungi hak paten. Ini adalah bagian dari kekayaan indikasi geografis. Masih ada lagi yang harus dilindungi hak paten agar tidak diakui daerah lain diantaranya adalah tenunan Lombok, Sumbawa, Dompu dan Bima. Sebab tidak sedikit para perancang busana nasional yang berasal dari daerah lain menggunakan bahan tenunan asal NTB mengikuti lomba rancang busana.

Kreasi lain berupa kerajinan cukli yang dibuat dari kulit kerang mutiara, kerajinan anyaman rumput ketak, atau kerajinan gerabah yang difungsikan sebagai peralatan makan. Bahkan perhiasan mutiara berbagai bentuk seperti kalung, bros dan anting-anting.

Terkait hal tersebut, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi sewaktu melakukan silaturahim dengan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB meminta produk lokal sebanyak mungkin dilindungi hak paten. Kain tenun asal NTB perlu perhatian. "Tidak masalah menjadi konsumsi nasional asal tidak mengingkari sebagai produk NTB," katanya, Senin 30 September 2013.

Zainul dan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin yang ditemani para istri menemui para pengurus Dekranasda NTB dan pengusaha kerajinan di Pendopo Gubernur NTB. Sekretaris Dekranasda NTB Abdul Haris menyebutkan keberhasilan pengusaha sekaligus pengrajin kulit kerang mutiara Efdalius Ruswandi yang mengikutkan produk tempat sabun memenangkan lomba yang diadakan Dekranas di Jakarta.

Bukan hanya itu, namun juga ada penghargaan lain yang diterima oleh produk kerajinan anyaman Ketak berupa dulang saji yang dihasilkan Mawar dan perhiasan mutiara yang dihasilkan Riana dari Lombok NTB Pearl. Perancang lainnya Epoel Daeng Hasan yang selama ini dikenal merancang busana juga menghasilkan peralatan tata saji. "Tidak sedikit peserta rancang busana yang menggunakan bahan tenunan asal NTB," kata Abdul Haris.

Dengan demikian, masyarakat khususunya Pemerintah Daerah yang ada di Indonesia agar lebih memperhatikan produk daerah sekitar mereka, supaya lebih menjaga dan melestarikannya, termasuk mendaftarkannya sebagai produk daerah itu sendiri. (SK/Richard BP)
 
#silahkan hubungi redaksi untuk seluruh keluhan dan pengaduan hkinews.com!